Powered By Blogger

2017-05-12

Seujung Kata Maaf di Hari Itu

Bila lelah mulai menghantui alam pikirku tentangmu, yang kini tak seperti kala itu, seakan tak percaya jika itu kau yang sekarang
Kala hari yang seharusnya kau harapkan & hari itu juga berubah menjadi pilu yang tak seorang pun tahu tentang hal itu
Padahal di saat yang sama, dalam momen yang sama, seharusnya sifatmu sama dengan kala itu, bukan seperti ini, jujur aku kecewa
Di hari itu, kau malah membuatku dongkol tak terbendung, jujur saja aku tak pernah lihat kau seperti ini sebelumnya
Entah setan mana yang merasukimu, sehingga kau kecewakan aku, kecewakan siapa pun di sekelilingmu, di saat ini
Kini aku dihadapkan dengan persimpangan, tetap bersamamu dengan semua sakit hati & kekecewaan ini, atau meninggalkanmu

Dulu kau ramah, sejak kala itu, kau jadi seperti ini, mengecewakan, acuh tak acuh, seakan kau tak kenal siapa aku
Dulu ingat namamu agar tidurku nyenyak dengan memimpikanmu & terbawa doa, kini terbesit namamu saja adalah mimpi burukku
Dulu ingat suaramu adalah cara melepas rindu, kini tahu dirimu saja aku sudah ingin emosi & ingin melempar sesuatu
Dulu memegang tanganmu dengan erat & menatap hingga terbawa mimpi, kini jadi racun yang tak bisa ditawar, bahkan sangat teriris
Dulu aku mendoakanmu agar kau selalu baik & terjaga agar berjumpa lagi, kini aku berdoa agar hilang ingatanku tentangmu

Mungkin, beribu maaf tak bisa membuatku bisa lupakan semua yang kau lakukan hingga kekecewaan berada di ubun-ubun
Ribuan tetes tangisanmu tak membuatmu bisa berharap aku bisa maafkanmu untuk ke sekian kalinya, entah ke berapa kau begitu
Kala itu, aku masih bisa sabar, tapi itu dulu, jujur saja, memaafkan itu berat, lamban laun aku lelah dengan sikapmu kini yang cacat
Masa lalu tak bisa pergi begitu saja, suatu saat kita teringat masa itu, di mana kita bisa masih bersama apapun keadaan kita
Masa lalu kelam yang menyakitkan itu juga takkan hilang, maafmu tak bisa hapus semua yang kau lakukan hingga aku meninggalkanmu
Kubur masa lalu itu, semoga bisa lupakan aku, masa lalu kita, & semua emosi yang kuluapkan karena kau yang berubah & mengecewakan itu
Kini, hanya sepucuk kata maaf yang bisa kulontarkan di hari itu, tepat kau sesali semua yang kau lakukan selama ini, kau tahu apa?
"Maaf Shinta, ini terlalu berat untuk meninggalkanmu, namun ini aku terpaksa lakukan ini karena kau berubah, selamat tinggal."

(12 Mei 2017, kala teringat dirimu, aku sangat sesak dada teringat perubahamu yang mengecewakan, sembunyi di lembaran malam)