Suatu ketika, aku harus melalui jalan yang sepi
Entah mengapa aku teringat dengan masa laluku?
Suram, penuh dosa, terlalu hina derajatku
Mungkin bahkan dosa-dosaku takkan diampuni
Bisa saja saking kejinya dosaku selama ini
Dengan tatapan kosong, memandang jalanan sepi
Air mata ini seakan tumpah & terurai tetes demi tetes
Sehina inikah aku? Hingga aku ditinggalkan, sepi sunyi
Kesepian yang membunuhku, terlalu menyiksa
Apakah harus kuakhiri saja perjalanan hidupku?
Rabbku, kala aku menjauh, Kau masih berharap
Berharap agar aku mendekat dengan-Mu
Meninggalkan-Mu adalah kebodohanku yang besar
Terkadang serasa ingin kuakhiri hidupku
Namun Kau tak berkenan, justru Kau cegah aku
Tapi dengan kesalahanku, aku merasa hina
Seakan jauh dari kasih sayang dari-Mu
Bisa saja hari ini maafku tak Kau terima
Bisa saja hari ini tobatku Kau tolak mentah-mentah
Bisa saja hari ini doaku takkan Kau dengar selamanya
Jika Kau tolak tobatku
Jika Kau tak terima maafku
Jika Kau tak dengar doaku
Kepada siapa lagi aku meminta?
(22 Maret 2017, termenung di atas sajadah dengan tatapan kosong, ujung senja)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar