Powered By Blogger

2017-03-30

Teruntuk Cantika

Jujur saja jika memendam rindu itu menyiksa, tapi mau bagaimana lagi, merindukanmu adalah racun, tak merindu pun juga salah, harus apa?
Kata per kata pun sudah kuungkapkan untukmu, doa-doaku sudah kupanjatkan, namun racun-racun itu susah kubuang juga, menyesakkan
Berkeinginan bertemu tak kuasa, tak bertemu selalu merasa aneh & mengganjal otak, bahkan kehampaan adalah makananku setiap hari
Memimpikanmu memang hal terindah, namun jika terlalu sering tanpa berjumpa langsung denganmu sangat menyiksa batin & jasad ini

Terbentang luas sawah & hutan, berdiri tegak gunung & bukit, menganga lebar sungai & danau, menjadi tapal batas penghalang kita, entahlah
Setiap senja tiba sebelum berpisah dengan surya, kini aku hanya bisa menikmati keindahan senja sembari menantikanmu datang dari sana
Bukankah kau menyukai waktu senja? Bukankah kau mengumi temaram jingga senja? Atau kau suka senja karena waktu pertama kita berjumpa?
Di sini, memandang senja dari arah surya sirna, di sanalah kau tinggal & menghabiskan banyak usiamu di sana, jauh sekali kita berjarak terpisah

Alunan kidung kerinduan sudah membosankan, amarah jiwa yang terpendam susah membara, bahkan tak bisa berkobar lagi, terkulai melemah
Memori demi memori hanya sebagai hiburan yang tanpa realisasi, tanpa repetisi, tanpa arti, kala aku memulai cerita baru, tak semudah begitu
Sepucuk asa yang hampir patah kala kerinduan tergerus realita, mustahil jika kuwujudkan impian yang ingin kuulang, terlalu indah perjumpaan itu
Raga tak bisa bersatu, sukma mustahil bergerak untuk saling menyapa, meski hasrat menggebu-gebu layaknya sepasang yang akan bersatu lama
Hari ini, kucoba sekali lagi berdoa untukmu, lalu berdoa untuk perjumpaan kembali seperti senja kala itu, lalu berdoa tentang keinginanku & asaku
Kutitipkan pada-Nya, tentang yang kurasakan, kuinginkan, lalu kulipat & kumasukkan doa itu ke ujung doa tiap pagi yang masih berselimut dingin
Teruntuk Cantika, aku mulai lelah merindukanmu, bisakah kita bertemu sekali lagi & bolehkah jika aku memelukmu erat, sebagai wujud kerinduan?

(30 Maret 2017, kala surya menyapa hangat bumi, di tempat di mana aku merenung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar